Waduh Hacker Bobor KPU, Data 204 Juta Penduduk Indonesia Dijual di Dark Web

BREAKINGON.COM- () kembali menjadi sorotan dunia setelah pelaku kejahatan yang menggunakan nama samaran “Jimbo” berhasil meretas situs resmi , .go.id.

Dalam serangan ini, Jimbo mengklaim mendapatkan data daftar pemilih tetap (DPT) dari situs tersebut. Serangan serupa pernah terjadi pada tahun 2022, di mana peretas dengan nama “Bjorka” juga mengklaim mendapatkan data pemilih dari .

Jimbo menyebut telah berhasil mengakses data DPT dari situs dan membagikan 500 ribu data sampel di situs BreachForums, yang umumnya digunakan untuk menjual hasil peretasan.

Dalam posting-annya, Jimbo menyertakan tangkapan layar dari cekdptonline.kpu.go.id untuk memverifikasi kebenaran data yang dia dapatkan.

Baca juga :   Ingat! Ini Jadwal Debat Capres-Cawapres Pilpres 2024, Debat I dan II Bulan Desember

Baca Juga : Wisata Murah Menikmati Keindahan Pantai Drini dengan Budget Terjangkau

Setelah dilakukan penyaringan oleh pakar keamanan Pratama Persadha, ditemukan 204.807.203 data unik, hampir sama dengan jumlah pemilih dalam DPT Tetap KPU.

Data yang berhasil diakses oleh Jimbo mencakup informasi pribadi yang penting seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (KK), nomor KTP (termasuk nomor paspor untuk pemilih di luar negeri), nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, RT, RW, kode kelurahan, kecamatan, dan kabupaten, serta kode Tempat Pemungutan Suara (TPS).