Greenlane Festival Batal Digelar Gegara Uang Sponsor ‘Hilang’ Digunakan untuk Foya-Foya

BREAKINGON.COM– Greenlane Sebuah yang dinantikan dengan antusiasme di Laswi Heritage, Bandung, pada Minggu (5/11) harus batal digelar, menghadirkan kekecewaan bagi para penggemar .

Pembatalan ini memiliki latar belakang yang cukup kontroversial karena uang sponsor acara tersebut dilaporkan ‘hilang' dan digunakan untuk keperluan pribadi oleh salah satu oknum panitia.

Pemberitahuan pembatalan yang seharusnya menjadi sorotan minggu itu datang secara mendadak pada hari pelaksanaan.

Sejumlah pengisi acara yang telah bersiap untuk menghibur para penonton harus menghadapi kenyataan yang sulit.

Di tengah kekecewaan itu, salah satu panitia naik ke panggung untuk memberikan pengakuan yang mengejutkan.

Baca juga :   Wisata Alam di Bandung Menikmati Keindahan Panorama Situ Patenggang di Bandung Selatan

Pengakuan itu dibagikan melalui video di laman penyelenggara @greenlanefestival, dan mengungkapkan bahwa uang sponsor acara tersebut digunakan oleh oknum panitia bernama Bagus Rama Setiaji untuk berfoya-foya. Bagus Rama Setiaji menjelaskan kronologi penggunaan dana tersebut.

Menurut Bagus Rama Setiaji, ia diberikan investasi sebesar Rp1,5 miliar pada bulan Maret.

Namun, ia mengaku telah menghabiskan sebagian besar dana tersebut untuk kehidupan pribadinya, termasuk berfoya-foya.

Akibatnya, ia merasa terpaksa harus mencari pinjaman pribadi untuk menutupi dana investasi yang ‘hilang'.

Dalam upaya menutupi dana tersebut, Bagus Rama Setiaji menjelaskan bahwa ia telah meminjam Rp390 juta dengan jaminan mobilnya dan Rp800 juta dengan jaminan rumahnya.

Baca juga :   5 Rekomendasi Lagu SixTONES, Cocok untuk Naikan Semangat

Total pinjaman pribadinya adalah sekitar Rp1,19 miliar, yang berbeda dengan perjanjian investasi awal sebesar Rp1,5 miliar.

“Saya mengakui dari dana investasi Rp 1,5 miliar itu terpakai untuk kehidupan saya pribadi, kehidupan foya-foya saya, dan juga seluruh pembayaran utang saya,” ungkap Bagus.

Bagus Rama Setiaji, yang sebelumnya bertugas sebagai Project Manager dalam penyelenggaraan tersebut, menyatakan tanggung jawab penuh atas kasus ini.

Ia menegaskan bahwa akan menghadapi konsekuensi hukum dan melunasi hutang-piutang yang ia akui telah dia lakukan.

Meskipun ia telah berusaha menutupi sebagian dana yang hilang, usahanya masih belum mencukupi, dan ia berjanji untuk mengembalikan semua kerugian yang terjadi.

Ia berkomitmen untuk bertanggung jawab atas kerugian materi dan non materi serta siap menghadapi konsekuensi hukum yang mungkin timbul akibat perbuatannya.

Baca juga :   Wisata Murah Menikmati Keindahan Pantai Drini dengan Budget Terjangkau

Acara yang semula diharapkan akan diisi oleh sejumlah musisi ternama dari Inggris, Malaysia, dan .

Para penggemar dan penonton yang telah menantikan ini harus merasakan kekecewaan mendalam akibat skandal ini.